Pages

Minggu, 11 September 2011

Sedikit Renungan di Malam Sunyi


Dalam bahagia, Allah menyisipkan duka lara. Agar kita tau bahwa ada hikmah dibalik tetesan air mata. Dalam harap, Allah menyisipkan resah, agar kita sadar untuk mengiringinya dengan do’a, ikhtiar, dan hati pasrah. Dan ingatlah: dalam juangpun Allah meletakkan lelah agar kita ingat betapa mahalnya harga istiqomah. Tiada Allah ciptakan segala sesuatu dengan sia-sia.
***
Melihat ke atas: Memperoleh semangat untuk maju.
Melihat ke bawah: Bersyukur atas semua yg ada.
Melihat ke samping: Semangat kebersamaan.

Melihat ke belakang: Sebagai pengalaman berharga.
Melihat ke dalam: Untuk introspeksi.
Dan melihat ke depan: Untuk menjadi lebih baik.
Dari air kita belajar ketenangan, dari batu kita belajar ketegaran, dari tanah kita belajar kehidupan, dari kupu2 kita belajar merubah diri, dari padi kita belajar rendah hati..
***
Untuk orang yang menyayangiku, terima kasih telah membuatku menjadi orang yg begitu sempurna.
Untuk orang yg pernah menyakitiku, makasih udah ngajarin arti kesabaran dan semoga kamu tidak akan pernah merasakan sakit yg kurasakan darimu.
Untuk orang yg pernah aku sakiti, maafkanlah kekhilafanku karna aku hanay manusia yg jauh dari kesempurnaan.
Untuk sahabatku, mungkin kita memiliki banyak perbedaan, namun tidak dapat dipungkiri lagi kalau aku sangat membutuhkanmu.
Untuk orang yg pernah mencintaiku, maksih udah ngasih warna2 cinta dalam kehidupanku. Thank’s all..

***
Mencium tangan orangtua kita, pahalanya lebih banyak dari mencium hajar aswat. Melihat orangtua kita dengan kasih sayang, lebih besar pahalanya dari melihat ka’bah. Bakti kita kepada orangtua kita pahalanya lebih besar daripada mengitari ka’bah 7x (tawaf)

0 komentar:

Posting Komentar